Siklon dan Angin Dingin Picu Cuaca Buruk, NTT Waspada 22-25 Desember 2025

Erlita Irmania
0
Siklon dan Angin Dingin Picu Cuaca Buruk, NTT Waspada 22-25 Desember 2025

Cuaca Buruk di Wilayah Indonesia Akibat Dua Bibit Siklon Tropis

Keberadaan dua bibit siklon tropis, yaitu 93S dan 95S, masih memicu cuaca buruk di sejumlah wilayah Indonesia termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan rilis terbaru dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca buruk yang berupa hujan sedang hingga lebat dan angin kencang masih mewarnai kondisi cuaca di beberapa wilayah Indonesia selama tiga hari ke depan.

Khusus untuk NTT, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap angin kencang yang diperkirakan terjadi antara 22-25 Desember 2025. Berikut adalah prospek cuaca untuk periode tersebut:

Prospek Cuaca 22-25 Desember 2025

Cuaca di Indonesia secara umum didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, ada beberapa wilayah yang perlu diwaspadai karena adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang. Wilayah-wilayah tersebut meliputi:

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Riau
  • Kepulauan Riau
  • Jambi
  • Sumatera Selatan
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Bengkulu
  • Lampung
  • Banten
  • Jakarta
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara
  • Kalimantan Selatan
  • Sulawesi Utara
  • Gorontalo
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Tenggara
  • Maluku Utara
  • Maluku
  • Papua Barat Daya
  • Papua Barat
  • Papua Tengah
  • Papua

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang juga bisa terjadi. Berikut adalah daerah-daerah yang memiliki tingkat peringatan dini:

Siaga (Hujan lebat – sangat lebat)
  • Jawa Timur
  • Sulawesi Selatan
  • Papua Pegunungan
  • Papua Selatan
Angin Kencang
  • Kepulauan Riau
  • Sumatera Barat
  • Lampung
  • Banten
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Jawa Timur
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Bali
  • Sulawesi Selatan
  • Maluku

Untuk informasi lebih detail, masyarakat dapat mengakses website BMKG, aplikasi mobile infoBMKG, atau media sosial @infoBMKG.

Dinamika Atmosfer Tiga Hari Ke Depan

Dua bibit siklon tropis, yaitu 93S dan 95S, terbentuk di perairan selatan Indonesia dan menyebabkan hujan lebat di beberapa wilayah seperti Bali (91,3 mm/hari), Papua Barat (71,5 mm/hari), dan Maluku (52,2 mm/hari).

Bibit Siklon Tropis 93S, yang terbentuk di Samudra Hindia selatan Jawa dan bergerak ke arah barat daya, memberikan dampak tidak langsung berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Selain itu, potensi angin kencang juga terjadi di pesisir selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur, dengan tinggi gelombang mencapai 1,25 – 2,5 meter di Samudra Hindia barat Lampung, selatan Banten hingga Nusa Tenggara Barat, serta di Selat Sunda dan Laut Jawa.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 95S yang terbentuk di Laut Arafura berpotensi menyebabkan hujan sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang di Maluku bagian selatan dan tenggara, serta Papua Selatan, dengan tinggi gelombang mencapai 1,25 – 2,5 meter di Laut Arafura.

BMKG memprakirakan, fenomena atmosfer skala global, regional, dan lokal akan berperan signifikan dalam mempengaruhi cuaca di Indonesia hingga sepekan ke depan. Kondisi suhu muka laut yang hangat dapat meningkatkan potensi penguapan di Pesisir Barat Aceh, perairan timur Kalimantan Timur, Perairan utara Pulau Jawa, dan Samudera Pasifik utara Papua. Kondisi La-Nina lemah juga ikut meningkatkan potensi hujan di wilayah Indonesia bagian timur.

Perbedaan tekanan lebih dari 10 hPa antara Gushi dan Hongkong pada tanggal 17 Desember 2025 mengindikasikan adanya perambatan seruakan dingin dari Asia menuju Indonesia. Hal tersebut juga dapat memicu peningkatan intensitas di sebagian besar wilayah Indonesia.

Kombinasi antara Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer diprakirakan aktif di Samudra Hindia barat daya Sumatra hingga Selatan NTT, Laut Jawa, Selat Karimata, Laut Natuna, kepulauan Riau, sebagian besar Kalimantan, Laut Flores, dan Samudra pasifik timur Filipina, Selat Makassar, Teluk Tomini, Laut Sulawesi, sebagian besar Sulawesi, Laut Maluku, Laut Seram, Maluku, Laut Banda, perairan utara Halmahera, yang berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

Imbauan dari BMKG

Menghadapi potensi cuaca buruk ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk:

  • Selalu waspada dan dapat mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap dapat berlangsung aman dan lancar;
  • Terus memantau informasi terkini dari BMKG, baik melalui media sosial @infoBMKG, atau aplikasi InfoBMKG, agar dapat merencanakan kegiatan dengan lebih nyaman;
  • Selalu merujuk kepada informasi dari BMKG agar tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi.

Informasi akan terus diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan cuaca terbaru, sehingga masyarakat dapat terus beraktivitas dengan lebih aman dan percaya diri.

Post a Comment

0 Comments

Post a Comment (0)
3/related/default