
Perjalanan Nur Aini dari Viral hingga Dipecat sebagai ASN
Nur Aini, seorang guru SD yang sempat viral karena mengeluhkan jarak tempuh ke sekolah yang mencapai lebih dari 100 kilometer, kini harus menerima konsekuensi berat. Setelah curhatannya menyebar di media sosial, ia akhirnya dipecat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah dinilai melakukan pelanggaran berat.
Pengalaman Jarak Tempuh yang Berat
Nur Aini mengajar di SDN Mororejo II, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Ia tinggal di Kecamatan Bangil, dan jarak antara rumah dan sekolah mencapai sekitar 57 kilometer. Jika dihitung per hari pulang pergi, jarak tersebut bisa mencapai lebih dari 100 kilometer. Dalam sebuah podcast yang diunggah oleh pengacara Cak Sholeh di akun TikTok-nya pada pertengahan November 2025, Nur Aini menjelaskan bahwa ia harus berangkat jam setengah enam pagi agar tiba di sekolah sekitar setengah delapan.
"Kalau berangkat jam setengah 6 pagi, nyampek setengah 8 lebih," ujar Nur Aini dikutip dari TribunJatim.com. Ia juga menyampaikan bahwa untuk mencapai sekolah, ia harus menggunakan jasa ojek atau diantar suaminya.
Permohonan Pindah Mengajar
Nur Aini telah mengajukan permohonan pindah mengajar kepada Bupati Pasuruan lewat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Namun, permohonan tersebut tidak segera ditangani dengan baik. Ia merasa terdzolimi karena absensinya sering kali bolong, meskipun ia menegaskan bahwa ia tidak pernah absen.
Ia juga mengeluhkan bahwa absensinya yang sering bolong disebabkan oleh tindakan kepala sekolah. Nur Aini menyatakan bahwa selama ini ia tidak pernah alpa atau absen. Namun, data kehadirannya diduga direkayasa oleh kepala sekolah dan operator sekolah.
Proses Pemeriksaan dan Konsekuensi
BKPSDM Pasuruan melakukan pemeriksaan dua kali terhadap dugaan pelanggaran disiplin Nur Aini. Namun, saat dilakukan klarifikasi, Nur Aini dinilai tidak menyelesaikan proses tersebut. Bahkan, pada klarifikasi kedua, NA disebut tidak menunjukkan itikad baik untuk memberikan keterangan. Ia meninggalkan ruangan dengan alasan ke toilet dan tidak kembali hingga akhirnya pulang.
Hasil pemeriksaan tersebut kemudian disampaikan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan akhirnya berujung pada rekomendasi sanksi berat. Nur Aini diberhentikan sebagai ASN karena dinilai melakukan pelanggaran berat karena tidak melaksanakan kewajiban mengajar lebih dari 28 hari.
Tanggapan Netizen dan Komentar dari Cak Sholeh
Setelah viral, Nur Aini mendapat banyak tanggapan negatif dari netizen. Beberapa netizen menyebutkan bahwa Nur Aini adalah orang mampu, yang memiliki mobil Pajero, pikap, dan motor. Cak Sholeh, pengacara yang membuat podcast tersebut, menyatakan bahwa ia membuat podcast karena merasa iba dengan kondisi Nur Aini yang harus menempuh jarak ratusan kilometer setiap hari.
"Waktu datang ke sini, dia (Nur Aini) meminta agar dirinya dibantu untuk memviralkan nasibnya agar dapat pindah dekat rumahnya," ujar Cak Sholeh kepada Kompas.com, Rabu (19/11/2025).
Namun, setelah viral, Nur Aini justru menerima banyak tanggapan negatif dari netizen yang mengenalnya. Cak Sholeh juga mengungkapkan bahwa rasa iba semakin mendalam ketika Nur Aini mengaku bahwa tanda tangannya dipalsukan oleh rekan guru lain untuk meminjam uang koperasi.
Harapan Nur Aini
Nur Aini sendiri berharap dapat bertemu secara langsung dengan Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, untuk menjelaskan alasan sebenarnya hingga dirinya rela podcast dengan Cak Sholeh hingga menjadi viral. Ia menyampaikan bahwa alasan pengajuan pindah mengajar ke BKPSDM tersebut karena kondisi kesehatan dan iklim kerja di sekolah.
"Akibat jauh itu, kini mulai berdampak pada kesehatan saya. Karena saat ini saya sedang menjalani perawatan," tuturnya. Dia juga menjelaskan soal data kehadiran yang selama ini direkayasa oleh Kepala Sekolah SDN II Mororejo, Endro Wibowo, dan operator sekolah.
Nur Aini berharap ada solusi setelah viral di tengah proses pemeriksaan kedisiplinan oleh BKPSDM. Ia hanya berharap bisa pindah mengajar dekat dengan rumahnya.