5 Langkah Mengatasi Trauma Banjir

Erlita Irmania
0

Bencana Banjir dan Dampaknya pada Kesehatan Mental

Banjir merupakan bencana alam yang sangat mengerikan dan dapat menimbulkan kerugian materi maupun jiwa. Dalam satu kejadian, ratusan orang bisa kehilangan nyawa, sementara ribuan lainnya terpaksa mengungsi karena kehilangan tempat tinggal. Hal ini juga sedang terjadi di Sumatra, di mana banjir telah menyebabkan kerusakan yang sangat besar.

Kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir tidak hanya berupa kerusakan fisik pada bangunan dan infrastruktur, tetapi juga memengaruhi aktivitas sehari-hari masyarakat. Segala sesuatu, mulai dari rumah sederhana hingga fasilitas umum, bisa tersapu atau terkubur oleh material yang dibawa aliran air. Akibatnya, kehidupan masyarakat bisa lumpuh selama beberapa waktu.

Dampak psikologis dari bencana banjir juga sangat besar. Korban sering mengalami trauma yang beragam dan memengaruhi kehidupan mereka setelah bencana selesai. Oleh karena itu, penting bagi korban untuk mengambil langkah-langkah tertentu agar dapat mengatasi trauma yang dialami. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1. Kenali Jenis Trauma yang Dialami

Salah satu langkah utama yang dapat dilakukan korban setelah mengalami bencana banjir adalah mengenali jenis trauma yang dialami. Dengan demikian, langkah yang diambil berikutnya akan lebih terukur dan sesuai dengan masalah yang dihadapi. Namun, korban tidak perlu mencari tahu sendiri. Konsultasi pada dokter atau ahli tetap diperlukan agar mendapatkan pengetahuan, informasi, dan terapi yang tepat.

Converge International melansir bahwa trauma pada korban bencana, termasuk banjir, terbagi menjadi empat bagian, yaitu trauma terkait emosi, fisik, pola pikir, dan perilaku. Berikut penjelasannya:

Emosional
Trauma terkait emosional mencakup syok karena tak percaya atas apa yang dialami, rasa takut pada potensi kembalinya bencana, amarah karena merasa ada orang atau sesuatu yang menimbulkan bencana, serta kesedihan karena kehilangan sanak saudara dan/atau harta benda.

Fisik
Trauma terkait fisik mencakup insomnia atau kesulitan tidur, kambuhnya penyakit lama atau bawaan karena kondisi saat mengungsi, berbagai tanda kelelahan fisik, dan adanya luka terbuka akibat benda tajam yang tak terlihat.

Pola Pikir
Trauma terkait pola pikir mencakup kesulitan mengingat memori tertentu atau justru terjebak dalam memori mengerikan dari bencana, mimpi buruk yang sama terkait bencana, serta sulit berpikir jernih atau mengambil keputusan.

Perilaku
Trauma terkait perilaku mencakup sulit berinteraksi dengan orang lain, kehilangan ketertarikan pada aktivitas biasa, sulit fokus ketika bekerja, dan memunculkan kebiasaan buruk baru.

2. Tetap Jaga Interaksi dengan Sesama

Jenis trauma yang dialami boleh saja terkait diri sendiri maupun orang lain. Namun, cara paling cepat dan mudah untuk mengobati trauma adalah dengan menjaga interaksi dengan sesama. Baik sesama korban bencana, korban dengan relawan, maupun korban dengan masyarakat umum, semuanya perlu terus berkomunikasi agar saling menguatkan.

3. Buat Tujuan Baru Setelah Banjir Mereda

Bencana banjir besar sering kali membuat korban putus asa karena banyak hal yang hilang. Inilah salah satu pemicu trauma berat yang sulit untuk melanjutkan hidup seperti biasa. Salah satu cara untuk mengatasi trauma adalah menentukan tujuan dan arah hidup baru yang bermuatan positif.

American Psychological Association melansir bahwa setiap orang pasti sulit menerima apa yang telah terjadi setelah mengalami bencana. Namun, kita perlu menerima bahwa perubahan seperti ini merupakan bagian dari hidup dan harus dilewati bersama. Setelah menjernihkan pikiran, korban bisa mulai menentukan langkah apa yang harus dilakukan ke depannya.

4. Jaga Pola Hidup Sehat

Menjaga pola hidup sehat setelah bencana banjir bisa dilakukan sesuai dengan kapasitas diri masing-masing. American Psychological Association melansir bahwa kebiasaan sehat saat kondisi sulit ternyata membantu korban dalam mengatasi stres berlebih akibat bencana tersebut. Pastikan asupan nutrisi tercukupi dan seimbang, tidur cukup, dan hindari alkohol atau obat-obatan tertentu.

5. Cari Bantuan Dokter atau Ahli

Perasaan korban bencana selalu menjadi prioritas yang harus ditangani secara profesional. Trauma yang dialami korban tidak boleh dianggap sebelah mata. Oleh karena itu, mencari bantuan profesional selalu menjadi solusi paling tepat agar masing-masing korban memperoleh terapi trauma yang sesuai kebutuhan mereka.

Pada akhirnya, bencana banjir yang dialami manusia pasti meninggalkan luka yang bisa hilang atau membekas di dalam diri masing-masing individu seumur hidup. Segala perasaan yang timbul dari korban banjir itu valid dan pemulihannya harus dibantu secara tepat. Tips di atas hanyalah pengantar agar korban tahu harus ke mana untuk mengatasi trauma. Semoga bermanfaat, ya!

Post a Comment

0 Comments

Post a Comment (0)
3/related/default