Liburan ke Eropa (8): Perjalanan Panjang ke Salzburg

Erlita Irmania
0


Dua hari berada di Budapest terasa masih kurang karena masih banyak tempat yang belum saya kunjungi dan makanan yang ingin saya coba, tetapi kami harus melanjutkan perjalanan kami. Kota ini cantik dan menawan ... saya ingin kembali lagi suatu saat. Kali ini biarlah saya sisihkan dulu keinginan untuk berlama-lama di kota ini.

Pagi hari seperti biasa kami bangun. Kami harus bersiap-siap karena kereta kami akan berangkat pada jam 8:40 pagi. Setelah mandi dan membereskan koper, kami pun turun untuk sarapan. Kami makan perlahan-lahan dan dengan santai karena stasiun kereta letaknya sangat dekat dengan hotel tempat kami menginap, jadi tidak perlu terburu-buru. Selesai makan kami memeriksa lagi barang-barang bawaan kami dan juga kamar untuk memastikan tidak ada yang tertinggal, lalu kami segera berangkat menuju stasiun.

Ketika tiba di stasiun saya langsung mencari platform dimana kami akan naik kereta. Saya pun mencari nomor kereta di monitor lebar yang ada di stasiun dan ternyata kereta kami ditunda keberangkatannya. Awalnya 15 menit, lalu 30 menit. Wah saya menjadi was-was karena kami harus berganti kereta di Vienna. Ketika saya cek tiket ke Salzburg ... nampaknya kami masih ada waktu dan bisa naik kereta pada jam yang tertera di tiket itu, walau mungkin harus bergerak cepat ketika sampai di Vienna. Setelah menunggu cukup lama akhirnya kereta pun tiba dan kami segera naik ke gerbong dan duduk di tempat yang sudah kami pesan sebelumnya. Perjalanan ke Vienna seharusnya memakan waktu sekitar 2 jam 40 menit, tetapi entah mengapa sepertinya saat itu lebih lama dan ada rupanya keterlambatan lagi. Ketika kereta sudah memasuki wilayah Austria, tiba-tiba hp saya bergetar dan rupanya saya mendapat email pemberitahuan kalau saya tidak mungkin bisa naik kereta yang sudah saya pesan ke Salzburg. Waduh ... bagaimana ini??? Ketika saya melihat petugas kereta yang lewat saya segera bertanya kepadanya apa yang harus saya lakukan, apakah membeli tiket lagi atau bagaimana. Petugas ini sangat baik dan menerangkan dia bisa mengubah tiket saya dan mencetaknya, tetapi untuk reservasi tempat duduk saya harus menghubungi petugas OBB di stasiun. Bisa saja kami langsung naik dan mencari tempat duduk kosong, tetapi sepertinya kereta akan penuh akibat keterlambatan. Rupanya keterlambatan ini terjadi di seluruh Austria yang berdampak pada negara-negara tetangganya. Jadi di negara maju pun kereta bisa terlambat. 😀

Akhirnya kami tiba di Vienna dan saya pun segera turun dan mencari kantor OBB untuk mereservasi tempat duduk. Saya minta teman saya menunggu dan saya berjalan cukup jauh. Setelah mendapatkan reservasi tempat duduk di kereta berikutnya, saya menghubungi teman saya untuk segera menemui saya di platform keberangkatan. Kami masih punya waktu cukup lama dan saya segera membeli sandwich untuk makan siang kami. Setelah saya kembali, kereta menuju Salzburg pun tiba. Penumpangnya sangat banyak, beruntung saya sudah memesan tempat duduk. Namun, walaupun demikian ternyata kursi kami ditempati oleh orang lain. Rupanya kedua orang Amerika ini asal duduk saja karena mereka tidak tahu dengan bahasa yang tertulis di tiket mereka. Kursinya terletak agak jauh dari tempat saya walaupun satu gerbong. Saya tunjukkan di mana kira-kira letak kursinya dan ketika dia kembali lagi untuk mengambil kopernya dia memberitahu saya kalau dia sudah menemukan kursinya dan mengucapkan terima kasih. Senang lah saya karena bisa membantu. 😀

Di perjalanan ini saya duduk bersebelahan dengan seorang perempuan penduduk asli Salzburg dan saya pun bertanya kepadanya apa yang menarik di sana. Dia pun menunjukkan tempat-tempat yang menarik, restoran  dan juga danau yang bisa dikunjungi (karena saya menanyakan hal ini). Dia juga menerangkan bagaimana memakai tourist pass. Oh iya ... jika kita ke Salzburg dan menginap di hotel, biasanya hotel akan memberikan tourist pass yang dapat digunakan untuk transportasi di kawasan Salzburg. Jadi tidak perlu lagi membeli tiket 24 atau 72 jam. Pass itu juga dapat kita gunakan untuk keluar kota sepanjang itu masih di bawah distrik  Salzburg. Hotel-hotel ini bekerjasama dengan pemerintah daerah. Jadi menjelang kedatangan kita, hotel akan meminta kita mengisi form dan tidak lama kemudian kita akan menerima email dan barcode yang bisa digunakan untuk naik bus atau kereta di kawasan Salzburg.

Seharusnya kami tiba di Salzburg sebelum jam 3 sore, tetapi karena keterlambatan kereta, kami baru tiba menjelang jam 4 sore. Sesampai di stasiun kami langsung mencari bus yang akan membawa kami ke hotel. Staf hotel sudah menjelaskan bus apa yang berhenti di dekat hotel. Setelah menunggu 5 menit, teman saya tiba-tiba ingin naik taksi karena dia melihat jumlah penumpang yang akan naik bus cukup banyak dan dia khawatir bagaimana mengangkat kopernya yang berat itu. Akhirnya kami pun naik taksi. Nah ketika supir taksi menanyakan tujuan kami dan saya tunjukkan nama hotelnya dia bersikeras bahwa tidak ada hotel itu di jalan tersebut. Saya pun menunjukkan alamat dari hotel, tetapi dia tetap bersikeras dan mengatakan 'if you say so... then we go there'. Whatttttt??? Kesal juga rasanya. Sesampai di jalan yang dituju dia masih juga berkata kalau tidak ada nama hotel yang saya cari di situ. Ketika saya menoleh ke kiri ternyata kami tepat berada di depan hotel. Dengan nada agak mengejek saya langsung menunjuk ke arah hotel tersebut, dan dia pun beralasan ini hotel baru. Cih ... menyebalkan ... dan yang lebih menyebalkan lagi dia charge kami 20 euro untuk jarak yang amat sangat dekat (tidak sampai 10 menit).

Kami segera turun dan memasukkan access code untuk membuka pintu depan hotel (hotel ini self check in), dan access code yang sama digunakan juga untuk membuka pintu kamar. Kamar kami tidak besar tapi tertata rapi dan di bantal kami disediakan coklat sebagai ucapan selamat datang (gesture yang menyenangkan). Kamar mandinya juga bagus dan bersih. Terdapat kettle untuk air panas serta kopi dan teh juga. Kami juga dapat membuat kopi di dapur dekat kantor mereka. Setelah rehat sejenak kami segera pergi untuk mengeksplorasi daerah di sekitar. Tujuan kami adalah Old Town. Old Town ini  masuk dalam UNESCO World Heritage Site, dan merupakan distrik yang terkenal dengan arsitektur Baroque and medieval, jalan-jalan yang menggunakan cobblestone,  dan juga peninggalan musik klasik terutama yang berhubungan dengan Mozart. Old Town ini dipisahkan oleh sungai Salzach, jadi ada Old Town bagian kanan dan bagian kiri.

Awalnya, dari hotel kami mengambil jalan yang salah dan saat menyadarinya kami mulai bertanya pada google, dan menemukan jalan menuju Old Town. Di sepanjang jalan berjejer toko-toko, cafe dan ada juga gereja. Kami sempatkan diri masuk gereja ... ternyata di situ ada beberapa umat yang sedang berdoa rosario. Kami duduk sejenak dan kemudian keluar lagi. Rupanya kami sedang berada di Rechte Altstadt (di tepi sungai Salzach sebelah kanan atau Old Town bagian kanan).

Setelah berjalan agak lama karena berhenti untuk foto-foto kami menemukan jembatan yang menghubungkan Rechte Altstadt dan Linke Altstadt (Old Town bagian kanan dan bagian kiri). Kami berjalan menuju pusat pertokoan di Old Town bagian kiri. Kami berjalan-jalan di sana melihat-lihat barang yang dijajakan di toko-toko dari luar dan kemudian menemukan sebuah bangunan kuno yang ternyata adalah Residenz . Kami juga menemukan Salzburg Cathedral dan di kejauhan kita dapat mendengar orang bernyanyi. Suara penyanyi itu bagus dan nampaknya ada beberapa pengunjung yang juga ikut bernyanyi.

Hari sudah semakin gelap dan kami memutuskan mencari makan malam. Tiba-tiba secara tidak sengaja saya menemukan tempat kelahiran Mozart, dan kami pun berfoto di situ. Di sebelahnya terdapat tempat makan dan dari luar kita bisa melihat makanan yang menggugah selera. Namun, kami urung makan di situ ... kami putuskan untuk mencari makan di dekat hotel saja. Sebelum menyeberang sungai, kami sempatkan untuk menikmati keindahan sungai Salzach di malam hari. Dari situ kami lanjutkan mencari makan. Saking banyaknya restoran dan cafe kami menjadi bingung memilih mau makan apa. Akhirnya kami membeli kebab yang ada di kawasan itu karena baunya benar-benar menggugah selera. Kami memesan kebab untuk take away. Wuih besar sekali porsinya ... tidak sebesar yang di Budapest tapi masih termasuk besar. Sebelum kembali ke hotel kami mampir di sebuah supermarket untuk membeli buah. Saya membeli sebotol wine karena saya ingin tidur nyenyak malam itu.

Tiba di hotel kami segera makan dan rasa kebabnya ... enak. Dagingnya banyak dan lembut. Rasanya berbeda dengan yang di Budapest tapi sama enaknya. Setelah makan kami pun segera membersihkan diri dan bersiap untuk beristirahat. Esok hari petualangan akan kami lanjutkan lagi.

Post a Comment

0 Comments

Post a Comment (0)
3/related/default