Jejak Ikhlas Thamrin, Penemu Bobibos Bahan Bakar dari Jerami yang Teken MoU dengan KDM

Erlita Irmania
0

Inovasi Bobibos: Solusi Energi Berkelanjutan dari Jerami

Bobibos, sebuah inovasi yang berasal dari jerami, telah menarik perhatian nasional karena kemampuannya mengubah limbah pertanian menjadi bahan bakar bernilai tinggi. Karya Muhammad Ikhlas Thamrin, seorang penemu yang berasal dari latar belakang pendidikan hukum, kini menjadi pusat perhatian di berbagai kalangan, termasuk para pemimpin daerah.

Pengembangan Bobibos oleh Gubernur Jabar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau yang akrab disebut Kang Dedi Mulyadi, memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Bobibos melalui uji coba dan MoU untuk mempercepat produksi berbasis limbah pertanian. Penandatanganan MoU dilakukan di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, pada 15 November 2025. Kesepakatan ini bertujuan untuk mendorong pengembangan bahan bakar berbasis jerami hingga mencapai tahapan produksi yang lebih mapan.

Dedi menyatakan bahwa produksi awal bahan bakar nabati itu akan segera dimulai dalam waktu yang tidak terlalu lama. Tahapan pertama berupa uji coba internal direncanakan dilakukan di kawasan Lembur Pakuan. Di mata Dedi, penggunaan bahan bakar nabati tidak hanya menurunkan jejak emisi, melainkan berpotensi meringankan biaya subsidi negara untuk pasokan BBM.

Ia juga menegaskan bahwa jika pengujian berjalan optimal, langkah selanjutnya adalah memperluas penggunaan bahan bakar tersebut di seluruh unit kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) milik Pemprov Jabar. Hal ini bertujuan agar APBD-nya efisien dan subsidi negaranya terkurangi.

Uji Coba Lapangan Bobibos

Dalam rangka menguatkan pengembangan Bobibos, Dedi Mulyadi melakukan uji coba lapangan di Lembur Pakuan, Subang. Pengujian dilakukan bersama Ikhlas Thamrin menggunakan mesin traktor sebagai alat pembuktian kinerja bahan bakar tersebut. Produk hasil olahan PT Inti Sinergi Formula dimasukkan ke tangki traktor sebagai pengganti solar. Mesin traktor tersebut akhirnya berhasil hidup menggunakan bahan bakar dari jerami.

Menurut Dedi, sawah-sawah di Lembur Pakuan sebentar lagi akan memasuki masa panen. Sisa jeraminya dapat langsung dikumpulkan untuk diolah menjadi bahan bakar Bobibos. Dua minggu panen, kita langsung bekerjasama, langsung dibuat jadi bahan bakar. Kurang lebih dua minggu lagi nanti bahan bakar akan diproduksi masal di Lembur Pakuan.

Potensi Ekonomi dan Lingkungan

Bobibos atau Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos ini dikembangkan sebagai bahan bakar nabati dari jerami yang biasanya dibakar selepas panen. Konsep tersebut dirancang agar petani dapat memperoleh nilai ekonomi ganda dari hasil panen dan limbahnya. Di Lembur Pakuan, Dedi Mulyadi melakukan pengujian langsung menggunakan mesin traktor diesel dan hasilnya menampilkan performa yang memuaskan, mulai dari tarikan mesin hingga kualitas asapnya.

Hasil uji laboratorium oleh Lemigas mencatat angka oktan Bobibos mencapai 98,1. Potensi ekonomi yang muncul dari inovasi ini dinilai cukup besar bagi kawasan pertanian. Dengan konversi jerami mencapai 3.000 liter per hektar, wilayah Lembur Pakuan yang memiliki kapasitas 1.000 hektar berpeluang menghasilkan jutaan liter bahan bakar.

Produk turunan dari pengolahannya pun bernilai, seperti pakan ternak yang diprediksi mencapai 2.000 ton dari 500 hektar serta pupuk hasil sampingan proses tersebut. Dengan demikian, siklus pertanian dapat menghasilkan pangan, energi, pakan ternak, dan pupuk dalam satu rangkaian berkelanjutan.

Profil Muhammad Ikhlas Thamrin

Muhammad Ikhlas Thamrin berasal dari latar belakang pendidikan hukum, bukan teknik. Ia menempuh studi di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo angkatan 2001. Semasa kuliah, ia kerap mengikuti demonstrasi yang berkaitan dengan isu energi di Indonesia. Setelah menyelesaikan pendidikan pada 2005, ia mulai fokus mencari jalan keluar persoalan energi.

Pada 2007, ia membentuk tim untuk melakukan penelitian di bidang energi. Delapan tahun berselang, ia mendirikan PT Baterai Freeneg Generasi. Riset yang dijalankannya menghasilkan teknologi berbasis pulsa berupa kompor dan motor. Hasil temuan itu telah diuji oleh International Certificate Testing Technology (ICTT). Kompor dan motor listrik tersebut dirancang beroperasi menggunakan baterai dengan sistem pulsa token.

Satu Dekade Perjalanan Riset Bobibos

Bobibos dibuat dari berbagai jenis tanaman yang mudah tumbuh di wilayah Indonesia, termasuk yang terdapat di area persawahan. Dengan angka RON mendekati 98, Bobibos disebut mampu memberikan jarak tempuh lebih panjang dibandingkan solar konvensional. Selama sepuluh tahun riset mandiri, Bobibos menempuh perjalanan panjang dan masih harus melalui banyak tahapan.

Ikhlas Thamrin menghadirkan Bobibos dari keresahannya melihat ketergantungan Indonesia terhadap energi impor yang cukup tinggi. Ia berharap inovasi ini dapat menunjukkan bahwa Indonesia sanggup mandiri melalui riset dan pemanfaatan ilmu pengetahuan.



Post a Comment

0 Comments

Post a Comment (0)
3/related/default