
Perjalanan Berjualan Pepes Ikan Mas Ma'Enin
Sebelum memulai berjualan di dunia nyata, Pepes Ikan Mas Ma'Enin sudah terlebih dahulu beroperasi secara online. Dua cara berjualan ini saling melengkapi dan saling menunjang. Selama berjualan online, pepes ikan mas Ma Enin sering melakukan transaksi di wilayah Bandung Raya dan Jabodetabek. Bahkan pernah menerima pesanan dari berbagai daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Makassar, Pontianak, Palembang, Padang, Pekanbaru, Bangka, Medan hingga Aceh.
Keuntungan yang dimiliki oleh Pepes Ikan Mas Ma'Enin adalah makanan tersebut memiliki daya tahan lama, bisa bertahan selama 4 hari di udara luar terbuka. Sehingga memudahkan dalam pengiriman ke berbagai daerah.
Pepes Ikan Mas Ma Enin awalnya beredar di media sosial seperti Facebook dan Instagram serta aplikasi pesan WhatsApp. Namun karena akun yang digunakan masih akun pribadi, produk ini hanya dikenal di kalangan kerabat dan teman-teman saja. Lambat laun, popularitasnya mulai menyebar.
Mengenalkan Produk ke Orang Terdekat
Salah satu jurus pertama yang dilakukan adalah mengenalkan produk kepada orang-orang terdekat, baik itu kerabat maupun teman. Penyampaian dilakukan melalui WhatsApp dengan mengirim foto pepes. Foto tersebut disertai iklan singkat seperti "Pais Lauk Mas, kuliner warisan leluhur. Nikmat." Di bagian bawah kalimat ditambahkan keterangan harga, ukuran, dan nomor kontak pemesanan.
Dari kerabat dan teman, ada yang merespons. Respons mereka standar, ada juga yang tidak memberi respons. Setelah itu, notifikasi WA menjadi hening. Harapan untuk dibeli oleh kerabat dan teman dekat pun pupus.
Uji Coba Gratis sebagai Tester
Jurus kedua adalah membawa produk kepada kerabat dan teman yang dipilih untuk dicicipi. Mereka menjadi tester atau uji coba gratis. Beberapa hari kemudian, WA kembali masuk dari kerabat dan teman. Isinya membuat tersenyum. Ada testimoni bahwa pepes enak tapi daging ikannya terasa dingin. Testimoni lainnya juga datang, meskipun jujur.
Beberapa dari mereka bahkan mengucapkan, "Nanti pesan yah 5 bungkus pepesnya. Jangan pedas. Bayarnya ditransfer aja yah." Kalimat penutup yang membesarkan hati dan membakar semangat. Jurus kedua ini ternyata berhasil.
Memasarkan di Media Sosial
Jurus ketiga adalah memasarkan produk di platform media sosial dengan mencantumkan testimoni dari kerabat dan teman dekat. Kalimat-kalimat yang digunakan untuk mengiklankan pepes biasa saja, seperti gaya postingan status. Postingan tersebut mendapat banyak respon dari teman, temannya teman, rekan lama, kerabat jauh, dan tetangga.
Yang lebih mengejutkan, mantan pun ikut merespons. Responnya bermacam-macam, terutama dengan simbol mengacungkan jempol dan tanda hati (cinta). Respon kalimat pun standar, seperti "Semoga sukses yah." "Laris", "Semoga cepet terjual." "Semoga banyak yang beli." Dan lain-lain. Ada juga respon yang menyebalkan, seperti "Kirim yah, tester." "Mau nyoba dulu ah, baru nanti pesan." "Sebagai temen, bisa atuh dapet contoh produk."
Menggunakan Kalimat yang Akrab dan Hangat
Jurus keempat adalah menggunakan kalimat yang akrab dan hangat. Dalam setiap kali memasarkan, akhirnya lebih sering menggunakan gaya bertutur seperti bercerita. Ceritanya bervariasi, mulai dari kehebohan berbelanja bahan-bahan pepes di pasar hingga kekacauan suasana dapur saat membersihkan ikan, memotong sayuran, membuat bumbu, dan sebagainya.
Postingan cerita di media sosial diberi judul "Hikayat Pepes Ikan Ma Enin." Ternyata cerita itu cukup membuat suka. Banyak yang mengikuti postingan tersebut. Cerita yang menyentuh akan memikat hati.
Menampilkan Foto dan Video yang Menggugah
Jurus kelima adalah menampilkan foto dan video yang menggugah. Dalam setiap kali postingan, berbagai foto dan video dengan tema macam-macam selalu ada. Contohnya foto dan video saat berbelanja di pasar, kegiatan pra-produksi dan produksi pepes, saat ngelapak di lokasi jualan, saat mengirim pesanan, dan lain-lain.
Termasuk saat makan pepes pun kadang diunggah juga untuk menarik minat dan selera. Meski video tidak bagus-bagus amat, yang penting rekaman harus jelas baik gambar dan suaranya. Foto dan video itu satu kesatuan dengan kalimat-kalimat akrab dan hangat di atas.
Fotonya harus hidup dan langsung kena di hati. Secara teknis, komposisi dan sudut pengambilan foto harus bagus. Pencahayaan foto pun harus dramatis. Untungnya, HP yang dimiliki mendukung terciptanya foto tersebut. Apalagi sudah banyak aplikasi-aplikasi foto di HP untuk mempercantik foto. Termasuk aplikasi video.
Tapi ingat, jangan pernah sekalipun berbohong. Membuat foto dan video makanan secantik mungkin, lantas mengaku produk makanannya itu enak. Faktanya, makanan itu dirasa oleh lidah.
Rutin dan Konsisten dalam Postingan
Jurus keenam adalah sering dan rutin memperbaharui postingan. Pepes ikan mas Ma Enin biasanya dalam satu minggu membuat postingan empat kali, yaitu hari Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Pada hari-hari itu, postingan dilakukan pada saat siang hari menjelang makan siang. Sore hari sekitar jam empat dan lima. Dan malam hari sekitar jam delapan malam.
Khusus untuk hari Minggu, postingan dilakukan pagi hari saat berjualan di lokasi lapak. Postingan hari Sabtu fokus pada informasi bahwa pepes ikan mas Ma Enin sudah masak, siap dipesan dan siap dibeli langsung di lokasi lapak. Postingan hari Selasa menceritakan proses persiapan produksi memasak pepes. Intinya mempromosikan bahwa pepes ikan bisa dipesan sejak Selasa.
Pembeli yang butuh beli banyak dan dengan ukuran ikan tertentu, biasanya akan merespon postingan di hari Selasa tersebut. Di hari Kamis, postingannya fokus pada menceritakan proses produksi pembuatan pepes.
Jadwal postingan tersebut sifatnya fleksibel. Jika ada moment yang menarik, bikin saja postingan. Daripada nanti lupa. Daripada momentnya jadi basi. Saya ingat pernah mengirim pesanan pepes pada hari Senin. Pesanannya mendadak di hari Minggu malam. Untung persediaan pepes masih ada.
Tapi tak mungkin pesanan pepes itu dilakukan kurir karena Senin pagi sekitar jam 6, pesanan itu mau dibawa ke Jakarta. Akhirnya saya antarkan sendiri. Moment itulah yang bisa menjadi bahan postingan.
Menjaga Hubungan dengan Konsumen
Jurus ketujuh adalah menjaga silaturahmi dengan konsumen. Walaupun konsumen ada yang pesan di media sosial dan akhirnya sering beli, tak ada salahnya komunikasi dilanjut melalui WA. Saya seringkali mengirim foto dan video promosi ke pelanggan. Tentunya beserta kalimat penyerta. Isinya kalimat sederhana saja. Menanyakan kabar, mengucapkan selamat pagi hingga kalimat motivasi.
Selain mengirim secara pribadi melalui WA, bisa juga kita mengirimnya ke WA grup. Untuk WA grup itu, saya biasanya lebih sering mengirim video singkat sekitar 20 detik. Video saat makan pepes dengan nasi hangat dan sambal saja, itu sudah sangat memikat. Maka pembeli pun kepada pepes ikan mas Ma Enin akan selalu teringat dan terikat saking terpikat.