Apa Itu Gangguan Kepribadian Ambang (Borderline Personality Disorder)
Gangguan kepribadian ambang atau borderline personality disorder (BPD) adalah kondisi yang ditandai oleh ketidakstabilan emosi, citra diri, dan hubungan interpersonal. Orang dengan BPD sering mengalami perasaan impulsif dan sulit mengendalikan emosi mereka. Beberapa gejala utama dari BPD meliputi:
- Hubungan interpersonal yang tidak stabil: Mereka cenderung memiliki hubungan intens yang berubah-ubah antara mengidolakan dan merendahkan orang lain.
- Ketakutan akan ditinggalkan: Mereka melakukan tindakan ekstrem untuk mencegah rasa ditinggalkan atau ditolak oleh orang lain.
- Gangguan identitas: Mereka memiliki rasa identitas diri yang tidak stabil.
- Perilaku impulsif: Terlibat dalam aktivitas yang berpotensi merusak diri sendiri.
- Disregulasi emosi: Kesulitan mengendalikan amarah.
- Perilaku merusak diri: Melibatkan tindakan melukai diri sendiri atau ancaman bunuh diri.
Orang dengan BPD membutuhkan pengawasan khusus jika gejalanya semakin parah.
Apa Itu Gangguan Kepribadian Narsistik (Narcissistic Personality Disorder)

Gangguan kepribadian narsistik atau narcissistic personality disorder (NPD) adalah kondisi yang ditandai oleh kebutuhan untuk dikagumi, kurangnya empati terhadap orang lain, dan perasaan megah. Gejala utama dari NPD meliputi:
- Merasa dirinya sangat penting: Mereka melebih-lebihkan pencapaian dan mengharapkan pengakuan.
- Sibuk dengan fantasi tentang kekuasaan, kecantikan, kesuksesan, dan kecerdasan.
- Percaya bahwa mereka unik dan istimewa, sehingga hanya dapat bergaul dengan orang-orang berstatus tinggi.
- Rasa berhak: Merasa harus selalu menerima perlakuan yang baik.
- Kebutuhan untuk dikagumi: Membutuhkan pujian berlebihan dalam segala hal.
- Eksploitatif: Memanfaatkan orang lain untuk keuntungan pribadi.
- Kurangnya empati: Tidak mampu memahami bagaimana perilaku mereka memengaruhi orang lain.
Gejala lainnya mencakup keyakinan bahwa orang lain iri terhadap mereka dan sikap sombong.
Perbedaan Antara Borderline Personality Disorder dan Narcissistic Personality Disorder
Meskipun BPD dan NPD termasuk dalam gangguan kepribadian cluster B, keduanya memiliki perbedaan signifikan. Berikut beberapa perbedaan utama:
- Ketidakberhargaan vs. Superioritas: Orang dengan BPD cenderung memiliki rasa percaya diri yang tidak stabil dan merasa tidak berharga, sementara orang dengan NPD memiliki rasa superioritas yang kuat.
- Kebutuhan akan perhatian vs. ingin dikagumi: Meskipun keduanya membutuhkan perhatian, NPD lebih membutuhkan kekaguman.
- Sifat merusak diri vs. stabilitas citra diri: Orang dengan BPD cenderung memiliki perilaku merusak diri, sedangkan orang dengan NPD biasanya mempertahankan citra diri yang lebih stabil.
- Ketergantungan kepada orang lain vs. memanfaatkan orang lain: Orang dengan BPD cenderung bergantung pada orang lain, sedangkan orang dengan NPD lebih cenderung memanfaatkan orang lain untuk keuntungan pribadi.
Kemiripan Antara Borderline Personality Disorder dan Narcissistic Personality Disorder

Meskipun memiliki perbedaan, BPD dan NPD juga memiliki beberapa kemiripan. Beberapa kemiripan antara keduanya meliputi:
- Keyakinan bahwa dunia berputar di sekitar mereka.
- Kebutuhan konstan untuk perhatian dan validasi.
- Menghabiskan energi yang signifikan untuk diri sendiri dan kebutuhan mereka.
- Keterputusan dari kenyataan.
- Hubungan interpersonal yang tidak stabil dan tidak terkendali.
- Mengabaikan dampak tindakan mereka terhadap orang lain.
- Ketidakdewasaan emosional.
- Mentalitas "all or nothing" (memberikan 100 persen usaha atau tidak sama sekali).
- Proyeksi perasaan negatif kepada orang lain.
- Tidak mampu mengakui kesalahan dan menyalahkan orang lain.
- Mengandalkan orang lain untuk mengelola fungsi tertentu dalam diri.
- Rasa malu yang besar yang disembunyikan di balik kebohongan diri.
- Terlalu sensitif terhadap kritik dan penghinaan.
- Kemarahan yang tidak masuk akal dan tidak terkendali.
Bisakah BPD dan NPD Terjadi Bersamaan?
Meskipun ada teori tentang kemungkinan terjadinya BPD dan NPD bersamaan, penelitian tentang hal ini masih terbatas. Studi lama melaporkan bahwa hampir 39 persen orang dengan BPD juga memiliki NPD. Studi lain pada tahun 2018 menunjukkan korelasi kuat antara BPD dan jenis narsisme tertentu, seperti narsisme rentan. Namun, ukuran sampel dalam penelitian tersebut masih kecil.
Bagaimana NPD Mempengaruhi BPD

Ada teori bahwa individu dengan BPD dan NPD cenderung tidak membaik seiring waktu. Orang dengan NPD sering menolak pengobatan dan tidak menyadari dampak negatif perilaku mereka. Selain itu, mereka cenderung menyebabkan lebih banyak rasa sakit emosional kepada orang lain daripada diri mereka sendiri, sehingga motivasi untuk mengubah perilaku mereka rendah.
Penelitian menunjukkan bahwa pasien BPD dengan NPD cenderung memiliki gejala yang tidak membaik seiring waktu. Dalam satu studi, tingkat NPD yang terjadi bersamaan cukup rendah pada pasien BPD yang akhirnya pulih, tetapi lebih tinggi pada pasien BPD yang tidak kunjung sembuh.